Pewarta Foto Indonesia (PFI) dikenal sebagai media yang mewadahi segala karya jurnalistik dan cenderung memberikan support serta perlindungan sebagai kepentingan para penggiat foto jurnalistik untuk tetap berkarya mengabadikan setiap momen untuk menyiarkan informasi baik berbentuk foto ataupun tulisan dengan jangkauan seluas-luasnya dan juga merupakan kepentingan bagi masyarakat umum.
PFI adalah organisasi nir-laba yang bertujuan memajukan kepentingan pewarta foto sebagai suatu profesi yang terhormat, memiliki keterampilan khusus, dan mengemban peran sejarah dalam membuat serta menyampaikan berita foto dan tulisan. Pewarta Foto Indonesia
Selain itu setiap tahunnya PFI sering mengadakan kontes fotografi dan paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Bukan suatu ritual tahunan tapi juga sebagai upaya merangkai potongan-potongan peristiwa untuk kemudian dijadikan catatan sejarah manusia Indonesia.
Pada tanggal 6 Juli 2015 PFI mendeklarasikan peresmian dirinya di Kota Bandung. Pertemuan tersebut di hadiri oleh Ketua Pusat PFI, Lucky Pransiska. Dalam sambutannya, Lucky menyampaikan tujuan adanya PFI Bandung ini untuk mengedepankan profesionalisme dalam dunia foto jurnalistik dan dapat berorganisasi dalam lingkup jejaring sosial.
Betambahnya jaringan PFI di Bandung sebagai regional yang sudah ada sebelumnya, yaitu berada di Jakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Makassar, Palu, Medan, Pekanbaru, Palembang, dan Riau tentunya akan semakin membantu dalam pelaksanaan penyebarluasan informasi di media manapun.
PFI Bandung melakukan Roadshow bertema "Anushka" di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung pada tanggal 4-6 Desember 2017 . Anushka adalah sebuah bahasa sansakerta yang berarti sebuah Sinar Harapan. Roadshow ini berisi kegiatan pameran foto jurnalistik, diskusi karya foto jurnalistik serta diskusi mengenai literasi visual. Dalam rangkaian acara tersebut dihadiri oleh para mentor mulai dari wartawan freelance hingga perwakilan dari mentor Panna Foto Institute, Edy Purnomo.
Pada pembukaan acara, PFI Bandung mereview portofolio khusus bagi mahasiswa yang ingin berkonsultasi mengenai potofolio foto. Sebelumnya Roadshow tersebut dilaksanakan di Universitas Padjajaran dan Universitas Islam Bandung, lalu kemudian berlanjut di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam pelaksanaanya PFI Bandung bekerjasama dengan Komunitas/UKM foto Jurnalistik Photo'sspeak yang bersikeras berupaya agar para pengunjungnya dapat memaksimalkan acara tersebut untuk mengetahui lebih jauh tentang pameran foto jurnalistik serta ikut serta dalam diskusinya. Photo'sspeak merupakan salah satu komunitas foto jurnalitik
Yang menarik dari pameran fotonya adalah dominan dengan potret 'Human Interest' yang disajikan dengan berbagai macam jenis dan teknik pengambilan gambar oleh PFI Bandung. Foto-fotonya terdiri dari puluhan foto yang di pamerkan menggambarkan peristiwa di Jawa Barat dan Kota Bandung yang dinilai memiliki harapan untuk renovasi. Selain dapat melihat fotonya, pengunjung bisa mendapatkan ilmunya dengan mengikuti diskusi bersama para mentor dari beberapa freelancer pewarta foto. Selain itu diadakan juga diskusi literasi visual oleh Edy Purnomo.
PFI Bandung mengahadirkan Edy Purnomo sebagai mentor diskusi Visual Literacy dengan tujuan mengenalkan dan menjelaskan fungsi diadakannya kegiatan diskusi tersebut. Diskusi ini sangat dibutuhkan oleh penggiat foto jurnalistik khususnya mahasiswa yang akan beranjak menjadi seorang pewarta di generasi selanjutnya. Literasi visual tersebut menitikberatkan agar para pengunjungnya dapat membuka mata dalam membaca foto atau gambar, bagaimana agar foto tersebut memiliki cerita, serta pesan yang disampaikan dari suatu hasil karya tersebut.
Literasi Visual sangat penting dipelajari sebagai bahan diskusi agar para penggiat foto jurnalistik bisa lebih memahami cara untuk membaca sebuah foto kemudian mengolah setiap momennya agar memperoleh karya foto jurnalistik yang baik. Literasi Visual adalah kegiatan dimana seseorang dapat memahami arti sebuah simbol atau mengenali objek tanpa harus melihat isi penjelasannya secara rinci.
Pentingnya mempelajari Visual Literacy sebagai kemampuan untuk memahami suatu pesan visual atau secara keseluruhan. Selain itu dapat memiliki kemampuan untuk menyimpulkan atau menduga hubungan antara simbol dan kenyataan.
Beberapa harapan PFI Bandung mengadakan pameran serta diskusi tersebut sebagai ajang eksistensi PFI di kacamata masyarakat umum. Selain itu ada harapan lain yaitu dapat berkolaborasi dengan mahasiswa lainnya serta menghubungkan antara komunitas atau UKM foto di Kota Bandung khususnya.
PFI adalah organisasi nir-laba yang bertujuan memajukan kepentingan pewarta foto sebagai suatu profesi yang terhormat, memiliki keterampilan khusus, dan mengemban peran sejarah dalam membuat serta menyampaikan berita foto dan tulisan. Pewarta Foto Indonesia
Selain itu setiap tahunnya PFI sering mengadakan kontes fotografi dan paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Bukan suatu ritual tahunan tapi juga sebagai upaya merangkai potongan-potongan peristiwa untuk kemudian dijadikan catatan sejarah manusia Indonesia.
Pada tanggal 6 Juli 2015 PFI mendeklarasikan peresmian dirinya di Kota Bandung. Pertemuan tersebut di hadiri oleh Ketua Pusat PFI, Lucky Pransiska. Dalam sambutannya, Lucky menyampaikan tujuan adanya PFI Bandung ini untuk mengedepankan profesionalisme dalam dunia foto jurnalistik dan dapat berorganisasi dalam lingkup jejaring sosial.
Betambahnya jaringan PFI di Bandung sebagai regional yang sudah ada sebelumnya, yaitu berada di Jakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Makassar, Palu, Medan, Pekanbaru, Palembang, dan Riau tentunya akan semakin membantu dalam pelaksanaan penyebarluasan informasi di media manapun.
PFI Bandung melakukan Roadshow bertema "Anushka" di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung pada tanggal 4-6 Desember 2017 . Anushka adalah sebuah bahasa sansakerta yang berarti sebuah Sinar Harapan. Roadshow ini berisi kegiatan pameran foto jurnalistik, diskusi karya foto jurnalistik serta diskusi mengenai literasi visual. Dalam rangkaian acara tersebut dihadiri oleh para mentor mulai dari wartawan freelance hingga perwakilan dari mentor Panna Foto Institute, Edy Purnomo.
Pada pembukaan acara, PFI Bandung mereview portofolio khusus bagi mahasiswa yang ingin berkonsultasi mengenai potofolio foto. Sebelumnya Roadshow tersebut dilaksanakan di Universitas Padjajaran dan Universitas Islam Bandung, lalu kemudian berlanjut di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam pelaksanaanya PFI Bandung bekerjasama dengan Komunitas/UKM foto Jurnalistik Photo'sspeak yang bersikeras berupaya agar para pengunjungnya dapat memaksimalkan acara tersebut untuk mengetahui lebih jauh tentang pameran foto jurnalistik serta ikut serta dalam diskusinya. Photo'sspeak merupakan salah satu komunitas foto jurnalitik
Yang menarik dari pameran fotonya adalah dominan dengan potret 'Human Interest' yang disajikan dengan berbagai macam jenis dan teknik pengambilan gambar oleh PFI Bandung. Foto-fotonya terdiri dari puluhan foto yang di pamerkan menggambarkan peristiwa di Jawa Barat dan Kota Bandung yang dinilai memiliki harapan untuk renovasi. Selain dapat melihat fotonya, pengunjung bisa mendapatkan ilmunya dengan mengikuti diskusi bersama para mentor dari beberapa freelancer pewarta foto. Selain itu diadakan juga diskusi literasi visual oleh Edy Purnomo.
PFI Bandung mengahadirkan Edy Purnomo sebagai mentor diskusi Visual Literacy dengan tujuan mengenalkan dan menjelaskan fungsi diadakannya kegiatan diskusi tersebut. Diskusi ini sangat dibutuhkan oleh penggiat foto jurnalistik khususnya mahasiswa yang akan beranjak menjadi seorang pewarta di generasi selanjutnya. Literasi visual tersebut menitikberatkan agar para pengunjungnya dapat membuka mata dalam membaca foto atau gambar, bagaimana agar foto tersebut memiliki cerita, serta pesan yang disampaikan dari suatu hasil karya tersebut.
Literasi Visual sangat penting dipelajari sebagai bahan diskusi agar para penggiat foto jurnalistik bisa lebih memahami cara untuk membaca sebuah foto kemudian mengolah setiap momennya agar memperoleh karya foto jurnalistik yang baik. Literasi Visual adalah kegiatan dimana seseorang dapat memahami arti sebuah simbol atau mengenali objek tanpa harus melihat isi penjelasannya secara rinci.
Pentingnya mempelajari Visual Literacy sebagai kemampuan untuk memahami suatu pesan visual atau secara keseluruhan. Selain itu dapat memiliki kemampuan untuk menyimpulkan atau menduga hubungan antara simbol dan kenyataan.
Beberapa harapan PFI Bandung mengadakan pameran serta diskusi tersebut sebagai ajang eksistensi PFI di kacamata masyarakat umum. Selain itu ada harapan lain yaitu dapat berkolaborasi dengan mahasiswa lainnya serta menghubungkan antara komunitas atau UKM foto di Kota Bandung khususnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar