Di era modern ini semakin cepat informasi datang dan pergi berlalu lalang begitu saja. Dengan banyaknya kemudahan, minat seseorang sekarang untuk membaca buku sangat berkurang, telah banyak survei yang membuktikan hal tersebut. Dari fenomena tesebut mengharuskan para pewarta foto bertindak lebih aktif lagi untuk dapat berinovasi dalam pemberitaan agar menciptakan suasana kenyamanan antar sesama.
Mengenai soal pemberitaan tentunya tidak lain kita akan menemukan unsur 5W+1H, namun saat ini manusia banyak melakukan metode literasi visual agar memudahkan pembacanya mengetahui isu apa yang sedang terjadi. Berliterasi visual tetap memperhatikan unsur 5W+1H, karena di dalamnya kita akan tetap memperhatikan bagaimana foto itu memiliki cerita, apa yang diberitakan di dalamnya, siapa orang yang terlibat dalam isu tersebut, mengapa isu tersebut bisa terjadi, kapan dan dimana isu itu terjadi, berapa jumlah orang yang terlibat di dalam isu itu. Lalu dengan literasi visual kita dapat membaca sebuah foto atau gambar tanpa harus membaca secara rinci penjelasan yang biasanya tertera di bawah foto.
Jelas sangat mempermudah para pembaca apabila para pewarta foto menerapkan metode literasi visual. Karenda dengan demikian foto atau gambar tersebut juga akan mudah dipahami dan diambil pesan yang terkandung di dalamnya. Berliterasi visual memang bukan hal yang mudah, namun pewarta foto tentunya wajib memiliki skill untuk menyajikan karya literasi visual.
Sudah seharusnya hal ini menjadi perhatian bagi penggiat foto-foto jurnalistik, sebab jika kita tidak melakukan inovasi pasti sulit untuk beradaptasi terhadap kemajuan-kemajuan yang setiap waktu terus berkembang. Berliterasi visual juga merupakan sebuah inovasi yang patut di coba dan dilakukan. Mengenai manfaat dan kelebihannya jelas sangat menguntungkan karena berliterasi visual itu penting agar setiap individu bisa lebih memahami dalam membaca sebuah foto atau gambar.
Mengenai soal pemberitaan tentunya tidak lain kita akan menemukan unsur 5W+1H, namun saat ini manusia banyak melakukan metode literasi visual agar memudahkan pembacanya mengetahui isu apa yang sedang terjadi. Berliterasi visual tetap memperhatikan unsur 5W+1H, karena di dalamnya kita akan tetap memperhatikan bagaimana foto itu memiliki cerita, apa yang diberitakan di dalamnya, siapa orang yang terlibat dalam isu tersebut, mengapa isu tersebut bisa terjadi, kapan dan dimana isu itu terjadi, berapa jumlah orang yang terlibat di dalam isu itu. Lalu dengan literasi visual kita dapat membaca sebuah foto atau gambar tanpa harus membaca secara rinci penjelasan yang biasanya tertera di bawah foto.
Jelas sangat mempermudah para pembaca apabila para pewarta foto menerapkan metode literasi visual. Karenda dengan demikian foto atau gambar tersebut juga akan mudah dipahami dan diambil pesan yang terkandung di dalamnya. Berliterasi visual memang bukan hal yang mudah, namun pewarta foto tentunya wajib memiliki skill untuk menyajikan karya literasi visual.
Sudah seharusnya hal ini menjadi perhatian bagi penggiat foto-foto jurnalistik, sebab jika kita tidak melakukan inovasi pasti sulit untuk beradaptasi terhadap kemajuan-kemajuan yang setiap waktu terus berkembang. Berliterasi visual juga merupakan sebuah inovasi yang patut di coba dan dilakukan. Mengenai manfaat dan kelebihannya jelas sangat menguntungkan karena berliterasi visual itu penting agar setiap individu bisa lebih memahami dalam membaca sebuah foto atau gambar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar